√ Pengertian Manajemen Risiko Beserta Tujuan Manajemen Risiko Menurut Para Ahli -->

Advertisement

Pengertian Manajemen Risiko Beserta Tujuan Manajemen Risiko Menurut Para Ahli

Kamis, 10 Januari 2019

Ad1

Ad2

Pengertian Manajemen Risiko Beserta Tujuan Manajemen Risiko Menurut Para Ahli

PEMUDABERSATU.COM - Apa manajemen risiko itu? Pengertian manajemen risiko secara umum adalah suatu proses identifikasi, penilian, analisis, pengendalian, dan upaya menghindari, meminimalisir, atau bahkan sebagai penghapus risiko yang tidak dapat diterima. Di dalam hal ini risiko sangat berhubungan dengan pendekatan / metodologi dalam menghadapi ketidakpastian di sebuah bisnis. Dalam KBBI arti kata risiko adalah suatu akibat yang kurang menyenangkan bisa berupa merugikan ataupun membahayakan dari suatu tindakan. Ketidakpastian ini dapat berupa ancaman, dan pengembangan strategi, ataupun mitigasi risiko.

Manajemen Risiko Menurut Para Ahli


Manajemen Risiko Menurut Para Ahli

Dalam sebuah perusahaan, manajemen risiko (risk management) ialah suatu proses perencanaan,  pemimpinan, pengaturan, dan pengontrolan aktivitas untuk sebuah organisasi agar dapat meminimalisir resiko pendapatan perusahaan.

Artikel Terkaid: Pengertian Manajemen Perusahaan

Definisi Manajemen Risiko


Definisi Manajemen Risiko

Menurut beberapa ahli di bidang ilmu manajemen telah mendefiniskan apa itu manajemen risiko, diantaranya ialah:

1. Fahmi
Menurut Fahmi, arti manajemen risiko adalah bidang ilmu yang secara spesifik akan membahas mengenai bagaimana organisasi menerapkan ukuran didalam memetakan semua permasalahan perusahaan dengan menggunakan pendekatan manajemen secara sistematis dan komprehensif.

2. Djojosoedarso
Menurut Djojosoedarso, pengertian manajemen risiko adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen di dalam penanggulangan risiko, terutama risiko yang dihadapi oleh perusahaan, organisasi, keluarga dan masyarakat.

3. Tampubolon
Menurut Tampubolon,  manajemen risiko adalah proses yang terarah serta bersifat proaktif yang bertujuan agar dapat mengakomodasi kemungkinan gagal pada salah satu /sebagian dari sebuah transaksi ataupun instrumen.

4. Dorfman
Menurut Dorfman, pengertian manajemen risiko adalah suatu proses logis di dalam usaha untuk memahami eksposur terhadap suatu kerugian yang dialami.

5. Smith
Menurut Smith, arti manajemen risiko adalah proses identifikasi, dan pengukuran, serta kontrol keuangan dari sebuah risiko yang mengancam aset dan penghasilan dari perusahaan ataupun sebuah proyek yang bisa mengakibatkan kerugian perusahaan.

6. Djohanputro
Menurut Djohanputro, manajemen risiko adalah suatu proses identifikasi, mengukur, memetakan, dan mengembangkan alternatif penanganan risiko, memonitor serta sebagai pengendalian penanganan risiko, yang akan dilakukan secara terstruktur dan sistematis.

7. Bramantyo
Menurut Bramantyo, arti manajemen risiko adalah proses terstruktur dan sistematis di dalam mengidentifikasi, mengukur, dan memetakan, serta mengembangkan alternatif penanganan risiko yang baik.

8. COSO
COSO singkatan Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission, yang telah mengartikan bahwa manajemen risiko adalah sebuah proses yang telah dilakukan oleh dewan direksi, manajemen dan personil lainnya, yang telah diterapkan dalam penetapan strategi dan di seluruh perusahaan, yang memang dirancang untuk mengidentifikasi sebuah kejadian potensial yang bisa mempengaruhi entitas, serta mengelola risiko, agar dapat memberikan keyakinan memadai, tentang pencapaian tujuan entitas.

Artikel Terkaid: Pengertian Manajemen Administrasi

Tujuan Manajemen Risiko


Tujuan Manajemen Risiko

Secara umum ada 6 tujuan risk management dalam perusahaan atau suatu badan usaha, diantaranya ialah:

1. Melindungi Perusahaan
Memberikan perlindungan terhadap perusahaan dari tingkat risiko yang dapat menghambat proses pencapaian tujuan perusahaan tersebut.

2. Membantu Pembuatan Kerangka Kerja
Membantu di dalam proses pembuatan kerangka kerja manajemen risiko yang konsisten atas risiko yang ada pada proses bisnis dan juga fungsi-fungsi di dalam sebuah perusahaan.

3. Mendorong Manajemen Agar Proaktif
Mendorong manajemen agar dapat bertindak proaktif di dalam mengurangi potensi risiko, serta dapat menjadikan manajemen risiko sebagai suatu sumber keunggulan bersaing dan kinerja perusahaan.

4. Sebagai Peringatan untuk Berhati-Hati
Mendorong semua individu yang ada dalam perusahaan agar dapat bertindak hati-hati di dalam menghadapi risiko perusahaan demi tercapainya tujuan yang diinginkan bersama.

5. Meningkatkan Kinerja Perusahaan
Membantu untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan cara menyediakan informasi tingkat risiko yang telah disebutkan dalam peta risiko/ risk map. Hal ini juga dapat berguna untuk pengembangan strategi serta perbaikan proses risk management secara berkesinambungan.

6. Sosialisasi Manajemen Risiko
Dapat Membangun kemampuan individu ataupun manajemen agar dapat mensosialisasikan pemahaman tentang risiko serta pentingnya risk management.

Artikel Terkaid: Pengertian Manajemen Waktu

Jenis-Jenis Manajemen Risiko


Jenis-Jenis Manajemen Risiko

Seiring perkembangannya, manajemen risiko telah terbagi dalam beberapa hal, antara lain:

1. Manajemen Risiko Operasional
Manajemen ini tentunya berkaitan dengan resiko yang akan timbul akibat gagal fungsi proses internal, sebagai contoh karena kegagalan sistem, human error, faktor luar seperti bencana dsb. Di dalam menejemen resiko operasional, terdapat empat faktor penyebab resiko antara lain manusia, sistem, proses, dan kejadian eksternal.

Dengan anda memahami manajemen risiko ini, tentunya perusahaan dapat mengambil langkah preventif atau bahkan sanksi supaya kapasitas produksi dan layanan terjaga apabila ada sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi.

2. Manajemen Hazard
Manajemen hazard sangat berkaitan dengan kondisi potensial yang dapat mengakibatkan kebangkrutan dan kerusakan perusahaan. Ketika kita membahas hazard, tentu juga kita akan membahas peril. Resiko perilaku adalah peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian bisnis. Maka didalam hal ini ada tiga macam hazard yang harus diketahui, antara lain legal hazard, dan physical hazard serta moral hazard.

Contoh hazard legal adalah pelanggaran terhadap peraturan bisnis yang bisa menyebabkan kebangkrutan, seperti adanya pelanggaran SOP atau mungkin peraturan perusahaan yang akhirnya berakibat fatal. Sedangkan physical hazard dapat berupa mesin yang sudah tua yang dapat menimbulkan resiko kerugian saat produksi.

Sedangkan moral hazard contohnya adalah sikap seorang karyawan dilingkungan kerja yang dapat menimbulkan kerugian. Misalnya karyawan melakukan korupsi atau mungkin karyawan yang tidak dapat melayani konsumen dengan baik sehingga akan berakibat buruk pada perusahaan.

3. Manajemen Resiko Finansial
Manajemen resiko finansial adalah suatu upaya pengawasan resiko dan perlindungan hak milik, seperti keuntungan, harta dan aset sebuah badan usaha. Pada prakteknya proses pengelolaan resiko ini ialah meliputi identifikasi, dan evaluasi serta melakukan pengendalian resiko apabila ditemukan hal yang akan  mengancam keberlangsungan organisasi.

Manajemen ini sangat penting sebab merupakan salah satu sumber daya perusahaan. maka dari itulah seorang akuntan harus benar-benar mempertimbangkan berbagai resiko lainnya yang tentunya  berhubungan dengan keuangan, sepertii:


  • Resiko likuiditas
  • Diskpntinuitas pasar
  • Resiko kredit
  • Resiko regulasi
  • Resiko pajak
  • Resiko akuntansi


Manejemen ini juga tidak akan lepas dari perubahan kurs mata uang yang sangat erat kaitannya dengan nerasa perdagangan, perubahan inflasi, kapasitas utang, suku bunga dsb.

4. Manajemen Resiko Strategis
Manajemen ini sangat berkaitan dengan pengambilan keputusan. Resiko ini biasanya muncul dalam kondisi tak terduga yang dapat mengurangi kemampuan pelaku bisnis untuk menjalankan strategi yang telah direncanakan. Dalam hal ini merupakan beberapa faktor seperti tisiko aset impairment, risiko operasi, resiko kompetitif atau bahkan resiko frenchise (bila itu ada).

Seperti yang sudah tertulis didalam pengertian enterprise risk management di atas, agar dapat mengetahui resiko yang kemungkinan besar terjadi dan merugikan perusahaan ialah dengan cara menuliskan item penting, sebagai contoh Anda dapat membuat beberapa daftar seperti berikut ini:


  • Daftar resiko
  • Penilaian resiko tersebut harus sesuai dengan kecenderungan dan juga dampaknya
  • Penilaian pada saat kondisi ini yang sedang terjadi
  • Rencana suatu tindakan apabila resiko terburuk benar-benar muncul


Komponen Manajemen Risiko


Komponen Manajemen Risiko

Ada delapan komponen dalam proses manajemen risiko. Menurut COSO komponen tersebut adalah:

1. Lingkungan Internal (Internal Environment)
Komponen ini merupakan sikap manajemen di semua level terhadap operasi secara umum serta konsep kontrol secara khusus. Itu semua mencakup tentang etika, kompetensi, dan integritas serta kepentingan terhadap kesejahteraan organisasi.

2. Penentuan Sasaran (Objective Setting)
Perusahaan menetapkan bahwa tujuan operasional sebagai dasar sebagai mengidentifikasi dan mengelola segala risiko. Sasaran inilah yang dapat dibagi menjadi dua, yaitu Strategic objective dan Activity objective.

3. Identifikasi Peristiwa (Event Identification)
Manajemen ini melakukan identifikasi terhadap berbagai suatu kejadian potensial yang sangat berpengaruh pada strategi dan suatu pencapaian tujuan perusahaan. Berbagai kejadian tidak pasti tersebut dapat memberikan dampak positif, namun juda dapat memberikan risiko.

4. Penilaian Risiko (Risk Assessment)
Risk assessment memungkinkan sebuah organisasi untuk dapat menilai sebuah kejadian / keadaan yang kaitannya dengan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen perlu melakukan sebuah analisis dampak yang mungkin terjadi akibat risiko tersebut dengan 2 perspektif, yaitu Likelihood dan Impact/ consequnce.

5. Tanggapan Risiko (Risk Response)
Manajemen melakukan penilaian terhadap risiko, kemudian menentukan sikap serta respon terhadap risiko tersebut. Respon dari manajemen itu semua tergantung apa risiko yang dihadapinya.

6. Aktivitas Pengendalian (Control Activities)
Proses ini merupakan suatu penyusunan prosedur atau suatu kebijakan yang dapat membantu memastikan bahwa respon terhadap risiko yang dipilih telah memadai dan sudah terlaksana dengan baik. Aktivitas ini meliputi seperti:


  • Pembuatan kebijakan dan prosedur
  • Delegasi wewenang
  • Pengamanan kekayaan perusahaan
  • Pemisahan fungsi
  • Supervisi


7. Information and Communication
Aktivitas ini fokus pada sebuah identifikasi informasi dalam menyampaikannya kepada pihak yang terkait melalui media komunikasi yang sesuai. Dengan begitu, maka setiap orang yang mendapatkan informasi itu bisa melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik.

Beberapa faktor penting dalam penyampaian informasi tersebut diantaranya:


  • Kualitas informasi
  • Arah komunikasi
  • Alat komunikasi


8. Pemantauan (Monitoring)
Monitoring merupakan suatu komponen terakhir dalam manajemen risiko. Proses pemantauan dilakukan dengan terus menerus supaya dapat memastikan setiap komponen lainnya berfungsi sebagaimana mestinya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses monitoring ialah suatu pelaporan yang tidak lengkap atau berlebihan.

Artikel Terkaid: Pengertian Manajemen Aset

Itulah penjelasan ringkas mengenai pengertian manajemen risiko perusahaan, tujuan, jenis, dan komponen manajemen risiko menurut para ahli. Semoga bermanfaat.