√ Sejarah Perkembangan Pertambangan Di Indonesia Yang Perlu Anda Ketahui -->

Advertisement

Sejarah Perkembangan Pertambangan Di Indonesia Yang Perlu Anda Ketahui

Minggu, 16 Desember 2018

Ad1

Ad2

Sejarah Perkembangan Pertambangan Di Indonesia Yang Perlu Anda Ketahui

PEMUDABERSATU.COM - Pertambangan adalah suatu proses untuk mendapatkan material yang terkandung di dalam perut Bumi.  Di Indonesia sendiri, kegiatan pertambangan telah berlangsung sejak dahulu kala. Berdasarkan catatan sejarah, bahwa kegiatan pertambangan dan energi di Indonesia dimulai sejak adanya kegiatan pertambangan yang dilakukan secara tradisional oleh penduduk setempat, tentunya dengan seizin penguasa setempat, Misalnya Raja ataupun Sultan.

SEJARAH PERKEMBANGAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA


1) PRA KEMERDEKAAN RI



  • Pada th 1602 Pemerintah Belanda membentuk VOC yang selain menjual rempah-rempah, VOC juga memulai melakukan perdagangan hasil pertambangan.
  • Pada th 1652 Para ilmuwan dari eropa memulai melakukan penyelidikan berbagai aspek ilmu alam.
  • Pada th 1850 Pemerintah Hindia Belanda telah membentuk Dienst van het Mijnwezen, yang bisa di sebut dengan Dinas Pertambangan yang berkedudukan di Batavia agar dapat mengoptimalkan penyelidikan geologi serta mengoptimalkan pertambangan menjadi lebih terarah.
  • Menjelang pada th 1920, sesuai dengan rencana Pemerintah Hindia Belanda semula untuk mengoptimalkan penyeledikan geogli dan mengoptimalkan industri pertambangan, maka Kota Bandung dijadikan sebagai ibukota Hindia Belanda. maka dari itu pula dilakukanlah persiapan untuk memindahkan kantor Mijnwezen ke Bandung. Kemudian Departement Burgerlijke Openbare Werken / Departemen Pekerjaan Umum yang membawahi Mijnwezen memulai menempati Gedung Sate di Kota Bandung.
  • Pada th 1922, lembaga Mijnwezen ini telah berganti nama menjadi Dienst van den Mijnbouw.
  • Pada th 1928 Pemerintah Hindia Belanda telah memulai membangun gedung Geologisch Laboratorium yang terletak di jalan Wilhelmina Boulevard. Gedung itu untuk kantor Dienst van den Mijnbouw dan telah diresmikan pada tanggal 16 Mei 1929. Kemudian gedung ini digunakan untuk penyelenggaraan dan sebagian dari acara Pacific Science Congress ke IV. Maka gedung ini beralih nama dan sekarang bernama Museum Geologi, yang beralamat di Jln Diponegoro No. 57 Bandung.
  • Pada masa penjajahan Jepang pada tahuan 1942-1945, Mijnbouw dengan segala sarana dan dokumennya, telah diambil alih oleh Jepang dan namanyapun diganti menjadi Chisitsu Chosasho.


2) PASCA KEMERDEKAAN RI



  • Pada th 1945 : Lembaga yang menangani Pertambangan di Indonesia pertama kali adalah Jawatan Tambang dan Geologi yang telah dibentuk pada tanggal 11 September 1945. Jawatan ini, semula bernama Chisitsu Chosajo, dan bernaung di Kementerian Kemakmuran.
  • Pada th 1952 : Jawatan dan Geologi yang pada saat itu berada di ruang lingkup Kementerian Perindustrian, dan berdasarkan SK Menteri Perekonomian no. 2360a/M Th 1952, telah di ubah menjadi Direktorat Pertambangan. Yang terdiri dari Pusat Jawatan Pertambangan dan Pusat Jawatan Geologi.
  • Pada th 1957 : Menurut Keppres no.131 Tahun 1957. Maka Kementerian Perekonomian dipecah menjadi 2 bagian antara lain Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian. Dan berdasarkan SK Menteri Perindustrian no. 4247 a/M th 1957, Pusat-pusat yang dibawah Direktorat Pertambangan berubah menjadi Jawatan Pertambangan dan Jawatan Geologi.
  • Pada th 1959 : Kementerian Perindustrian dipecah menjadi dua bagian antara lain Departemen Perindustrian Dasar atau Pertambangan dan Departemen Perindustrian Rakyat. Yang dimana bidang pertambangan minyak dan pertambangan gas bumi berada dibawah Departemen Perindustrian Dasar dan Pertambangan.
  • Pada th 1961 : Pemerintah membentuk sebuah biro yang bernama Biro Minyak dan Gas Bumi. Dan berada dibawah Departemen Perindustrian Dasar dan Pertambangan.
  • Pada th 1962 : Jawatan Geologi dan Jawatan Pertambangan telah diubah menjadi Direktorat Geologi dan Direktorat Pertambangan.
  • Pada th 1963 : Biro Minyak dan Gas Bumi telah diubah menjadi Direktorat Minyak dan Gas Bumi. Dan berada dibawah kewenangan Pembantu Menteri Urusan Pertambangan dan Perusahaan-perusahaan Tambang Negara.
  • Pada th 1965 : Departemen Perindustrian Dasar atau Pertambangan dipecah menjadi 3 (tiga) departemen, yaitu: Departemen Perindustrian Dasar, Departemen Urusan Minyak dan Gas Bumi dan Departemen Pertambangan.  Dan pada tanggal 11 Juni 1965 Menteri Urusan Minyak dan Gas Bumi telah menetapkan berdirinya Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
  • Pada th 1966 : Departemen Urusan Minyak dan Gas Bumi dilebur menjadi sebuah Kementerian Pertambangan dan Migas. Dan membawahi Departemen Minyak dan Gas Bumi.
  • Pada th 1966 : Dalam Kabinet Ampera, menyatakan bahwa Departemen Minyak dan Gas Bumi dan Departemen Pertambangan akan dilebur menjadi Departemen Pertambangan.
  • Pada th 1978 : Departemen Pertambangan telah dirubah menjadi Departemen Pertambangan dan Energi.
  • Pada th 2000 : Departemen Pertambangan dan Energi telah berubah menjadi sebuah Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Bacaan Tertaut