√ Faktor-faktor Penghambat Perdagangan Internasional Yang Sering di Jumpai -->

Advertisement

Faktor-faktor Penghambat Perdagangan Internasional Yang Sering di Jumpai

Sabtu, 22 Desember 2018

Ad1

Ad2

Faktor-faktor Penghambat Perdagangan Internasional Yang Sering di Jumpai

PEMUDABERSATU.COM - Sebelum kita membahasa tentang faktor-faktor penghambat perdagangan internasional, tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang arti dari perdagangan internasional. Perdagangan internasional adalah suatu kegiatan yang mencakup ekspor ataupun impor yang sangat berpengaruh kepada perekenomian sebuah negara. Pengertian perdagangan internasional telah ada sejak tahun 1800-an. Hingga para ahli memunculkan beberapa teori perdagangan internasional, dimulai sejak pada zaman teori ekonomi klasik yang dicetuskan oleh seorang ahli yang bernama Adam Smith dan David Ricardo. Kemudian berkembang menuju teori perdagangan internasional moderen yang dicetuskan oleh seorang ahli yang bernama Hecker-Ohlin atau Paradoks Leontief. Tentunya  semua ini dapat menunjukkan bahwa perkembangan perdagangan internasional ikut serta berkembang sepanjang zaman.

FAKTOR PENGHAMBAT PERDAGANGAN INTERNASIONAL


Sebagai salah satu bentuk perdagangan yang sudah dilakukan oleh sebagian masyarakat di dunia, tentunya perkembangan sistem perdagangan tersebut, juga akan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Tujuan perdagangan internasional salah satunya adalah meningkatnya devisa negara. Ada beberapa negara yang cenderung dapat dan mampu memanfaatkan perdagangan internasional tersebut sebagai sarana agar dapat meningkatkan devisa negara dengan meningkatkan sektor ekspor. Ada pula sebuah negara yang menghabiskan devisa negara dengan cara mengimpor barang yang notabene tidak dapat mereka produksi sendiri untuk memenuhi permintaan dalam negeri, sebagai contoh teori permintaan. Tentunya dalam semua ini, menunjukkan bahwa terdapat sebuah kendala atau hambatan perdagangan internasional. Maka dari itu, dalam artikel berikut ini, akan dibahas mengenai faktor - faktor penghambat perdagangan internasional. Simak selengkapnya.

1. Keamanan Suatu Negara

keamanan suatu negara sangat berpengaruh bagi perdagangan internasional

Keamanan adalah salah satu faktor krusial di dalam penentu suatu kesuksesan perdagangan internasional sebagaimana yang telah di kemukakan di dalam teori ekspor menurut para ahli . Faktor keamanan merupakan sebuah patokan bagi negara lain untuk dapat menjalin kerjasama di bidang ekonomi. Faktor keamanan akan selalu berimbas terhadap sektor ekonomi. Dimana seseorang akan merasa ketakutan dan tidak nyaman untuk bertransaksi. Sehingga kondisi ini dapat membuat para pedagang luar menjadi kabur. Para pedagang internasional selalu cenderung memperhatikan faktor keamanan ini, dikarenakan secara langsung sangat berpengaruh terhadap keselamatan diri dan produk yang dijual. Maka dari itu para pedagang akan selalu memilih negara yang tidak sedang dalam konflik serta kondisinya lebih stabil kondisi politik dan ekonominya.

2. Kebijakan Ekonomi Internasional yang Dilakukan Oleh Pemerintah

Kebijakan Ekonomi Internasional yang Dilakukan Oleh Pemerintah

Setiap negara tentunya memiliki kebijakan yang berbeda di dalam perekonomian negaranya. Namun kebijakan yang sudah diterapkan kepada sebuah negara juga dapat menjadi salah satu faktor penghambat perdagangan internasional sebagaimana yang telah di jelaskan di dalam teori perdagangan internasional menurut para ahli. Beberapa kebijakan tersebut antara lain

  • Adanya suatu pembatasan terhadap impor sebuah produk.
  • Penetapan tarif impor/ekspor yang relatif terlalu tinggi.
  • Birokrasi yang selalu berbelit belit. 

Tentunya beberapa kebijakan ekonomi internasional di atas akan membuat para pelaku pasar internasional akan lebih memperhitungkan lebih detail agar dapat menjalankan perdagangan internasional kepada negara itu. Setiap kebijakan tentu akan menghasilkan poin plus dan minus. Akan tetapi, apabila hasilnya dapat membuat para pelaku pasar internasional kabur dan akan memilih negara lain yang cenderung bersahabat. Maka akan mengakibatkan dampak buruk perdagangan internasional bagi aksistensi sebuah negara di dalam jalur perdagangan internasional.

3. Ketidakstabilan Kurs Mata Uang Asing

Ketidakstabilan Kurs Mata Uang Asing

Mata Uang Negara tentunya berbeda-beda disetiap negara. Perbedaan nilai mata uang terhadap negara lain itulah yg disebut dengan kurs. Dengan adanya perbedaan kurs tersebut, maka akan mengakibatkan kesulitan bagi para eksportir dan importir di dalam menentukan nilai tukar valuta asing. Kesulitan ini akan berimbas terhadap harga permintaan dan penawaran dalam perdagangan. Hal ini tentunya akan membuat para pedagang internasional enggan untuk melakukan kegiatan ekspor atau impor. Ketidakstabilan kurs mata uang disebabkan oleh berbagi faktor, salah satu penyebab ketidakstabilan kurs mata uang adalah adanya krisis global yang memang sudah melanda seluruh dunia beberapa tahun belakangan ini. Maka Krisis tersebut kemudian yang menyebabkan nilai tukar mata uang di setiap negara cenderung mengalami kenaikan maupun penurunan.

4. Perbedaan Mata Uang Antar Negara


Perbedaan Mata Uang Antar Negara

Seperti yang telah dibahas ada poin sebelumnya, bahwa perbedaan mata uang merupakan salah satu faktor penghambat perdagangan internasional. Dalam perdagangan internasional belum memiliki standar kurs mata uang yang valid. Sehingga tentunya dalam setiap pembayaran transaksi, mata uang sebuah negara harus di konversikan kedalam nilai tukar dengan mata uang negara yang bersangkutan. Jika negara pengimpor memiliki nilai mata uang yang lebih rendah dibanding negara pengekspor juga merupakan faktor penyebab inflasi , maka tentu biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan pembayaran akan menjadi meningkat. Inilah yang kemudian menjadi kendala, karena jika tidak ada ketetapan nilai mata uang, maka akan sangat merugikan bagi negara yang memiliki nilai mata uang rendah .

5. Kualitas Sumber Daya yang Rendah

Kualitas Sumber Daya yang Rendah

Salah satu faktor penyebab perdagangan internasional dapat berjalan adalah karena adanya sumber daya alam yang menjadi salah satu keunggulan di sebuah negara di bandingkan dengan negara lain. Negara yang telah memiliki jumlah sumber daya alam tak terbatas, maka akan cenderung dapat berkontribusi lebih banyak dalam perdagangan internasional. Sebaliknya negara yang memiliki sumber daya alam sedikit, akan cenderung tidak memiliki kemampuan dalam bertransaksi secara internasional. Maka dari itulah ketersedian sumber daya alam pada sebuah negara adalah salah satu faktor penghambat dalam perdagangan internasional.

Baca Juga : Perdagangan Internasional : Pengertian, Tujuan, Manfaat, Jenis dan Faktor Pendorongnya

6. Adanya Penerapan Tarif dan Pembatasan Impor

Adanya Penerapan Tarif dan Pembatasan Impor

Setiap negara tentu menginginkan kalau sektor ekspor akan lebih besar dibandingkan dengan jumlah sektor impor. Bagaimanapun kemampuan sebuah negara dalam bersaing ekspor sebuah produk, menjadi salah satu indikator di dalam pertumbuhan ekonomi sekaligus juga bahwa sektor impor termasuk penyumbang besar devisa negara. Maka dari itu, tentunya sangat penting bagi negara agar dapat menaikkan tarif tinggi terhadap barang impor. Dengan demikian, secara otomatis masyarakat akan bisa beralih kepada barang lokal, tentunya kualitas juga diliat. Kondisi tersebut tentu akan sangat berpengaruh kepada para importir. Biaya masuk yang tinggi serta harus dibayarkan, tentu dapat membuat para pelaku usaha impor merasa terbebani.

7. Terjadi Perang

perang merupakan salah satu faktor penghambat perdagangan internasional

Selain faktor keamanan sebuah negara, kondisi negara yang sedang perang/konflik juga dapat menjadi penghambat perdagangan internasional. Apalagi jika perang/konflik itu telah melibatkan banyak negara yang kebetulan biasa menjalin kerjasama perdagangan internasional dengan kita. Tentunya kondisi ini akan sangat merugikan. Bagaimana dapat melakukan perdagangan internasional, apabila negara yang bersangkutan sedang dilanda konflik dan terjadi kekacauan dimana-mana. Keadaan inilah, tentu yang akan memaksa hubungan perdagangan antar negara menjadi terputus.

8. Peraturan Anti Dumping

Peraturan Anti Dumping

Politik anti dumping ini yang telah diterapkan sebagai upaya untuk melindungi usaha dan industri dari gempuran barang impor yang harganya relatif lebih murah. Apabila dibiarkan, akan dapat membahayakan produk domestik dalam negeri, dikarenakan cenderung harga barang impor yang dijual lebih murah dari pada  barang lokal. Maka dari itu, kebijakan anti dumping tersebut dilakukan dengan cara menaikkan tarif bea masuk sebuah produk impor. dengan adanya kenaikan tarif bea, diharapkan agar dapat menekan harga produk tersebut  dan tidak bisa dijual lebih murah dari harga barang lokal. Kebijakan tersebut juga telah dilakukan oleh Indonesia sebagai upaya untuk menekan barang-barang dari china yang masuk melalui pasar bebas.

9. Organisasi Ekonomi Regional

Organisasi Ekonomi Regional

Kita sudah memiliki wadah ASEAN sebagai organisasi negara-negara Asia Tenggara yang mencakup berbagai sektor yakni sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan budaya. Dalam kaitannya dengan topik yang kita bahas ini, bahwa setiap organisasi regional akan selalu menetapkan kebijakan yang selalu menguntungkan bagi para anggotanya terutama di dalam sektor ekonomi. Sedangkan bagi negara yang berada di luar keanggotaan, tentu akan mengalami kesulitan melakukan kebijakan perdagangan internasional. Kondisi tersebut disebabkan tidak adanya nota kesepahaman yang akan saling menguntungkan, dikarenakan negara-negara yang berada diluar keanggotaan organisasi regional.

10. Sulitnya Pembayaran Antar Negara Yang Memiliki Resiko Besar

Sulitnya Pembayaran Antar Negara Yang Memiliki Resiko Besar

Sekali transaksi di dalam sebuah perdagangan internasional antar negara tentunya jumlah nominal yang harus dibayarkan sangatlah besar. Kondisi tersebut tentu sangat menyulitkan jika pembayaran harus dilakukan secara tunai. Selain itu, faktor pembayaran tunai memiliki resiko yang besar. Maka dari itu, setiap negara-negara pengekspor akan menghindari pembayaran tunai, mereka menginginkan pembayaran dilakukan melalui Kliring Internasional dan Telegraphic Transfer ataupun melaui L/C.

Itulah tadi, faktor-faktor penghambat perdagangan internasional. Tentu hal ini akan semakin menambah referensi bagi anda di dalam memahami mengenai perdagangan internasional itu sendiri. Bahwa ternyata ada banyak sekali faktor-faktor yang membuat sebuah negara dapat unggul di bidang ekspor atau sebaliknya yang terlalu banyak melakukan impor barang. Tentu kedua hal ini, akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian sebuah negara.

Artikel Terkait :

  1. Perjanjian Internasional Beserta Tahapannya Yang Perlu Anda Ketahui
  2. 10 Contoh Teori Perdagangan Internasional Yang Wajib Anda Ketahui
  3. Kebijakan-kebijakan Perdagangan Internasional Beserta Tujuannya