√ Pengertian Ilmu Politik dan Ruang Lingkup Beserta Fungsi Ilmu Politik -->

Advertisement

Pengertian Ilmu Politik dan Ruang Lingkup Beserta Fungsi Ilmu Politik

Senin, 03 Desember 2018

Ad1

Ad2

ILMU POLITIK - Pengertian - Definisi Ruang Lingkup dan Fungsi Ilmu Politik Menurut Para Ahli

Pemudabersatu.com - Pengertian Ilmu politik (politics) sering dikaitkan dengan bermacam-macam kegiatan dalam sistem poliik ataupun negara yang menyangkut proses penentuan tujuan sampai dalam melaksanakan tujuan tersebut. Selain itu, pengertian ilmu politik juga menyangkut pengambilan keputusan  tentang apakah yang menjadi tujuan ilmu politik yang menyangkut seleksi antara beberapa alternatif serta penyusunan untuk membuat skala prioritas dalam menentukan tujuan-tujuan ilmu politik itu. 

ILMU POLITIK


Menurut Brean O'Leary materi ilmu politik merupakan disiplin akedemis, dikhususkan pada penggambaran, penjelasan, analisis dan penilaian yang sistematis mengenaik politik dan kekuasaan. Selanjutnya, ia mengemukakan bahwa pengertian ilmu politik mungkin lebih tepat diberi label politokologi, sebagaimana sesungguhnya.

Untuk memahami lebih jauh apa itu arti ilmu politik, sebenarnya sangat tergantung pada dari dimensi apa ia melihatnya. Bagi para kaum institusionalis atau institutional approach seperti ahli Roger F. Soltau menyatakan Ilmu politik adalah kajian tentang negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan ilmu politik dan pemerintah itu, hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. 

Fokus Objek kajian ilmu politik merupakan kebijaksanaan pemerintah dan proses terbentuknya serta akibatnya. Pengertian kebijakan ilmu politik disini adalah membangun secara terarah melalui penggunaan kekuasaan. Pendapat yang hampir sama dikemukakan oleh Easton, yang menyatakan bahwa ilmu politik adalah studi tentang terbentuknya kebijakan umum.

Artikel Terkait : SOSIOLOGI - Pengertian, Karakteristik dan Ruang Lingkup Sosiologi

Ruang Lingkup Ilmu Politik



Ruang Lingkup Ilmu Politik


Ruang Lingkup ekonomi politik dan ruang lingkup disiplin ilmu politik kontemporer sangat luas. Menurut para ahli  ilmu politik yang bernama O'Leary subbidang utama dari penyelidikan ilmu politik meliputi :

1.Pemikiran Politik.
Subbidang pemikiran politik ini merupakan akumulasi bangunan teks dan tulisan para filsuf besar yang membingkai pendidikan intelektual kepada banyak mahasiswa jurusan ilmu politik. Dia antaranya karya-karya besar par pemikir sejak zaman Plato dan Aristoteles, zaman pertengahan dan awal modern karya-karya Aquinas, Agustine dan Hobbes.

2. Teori Politik.
Para ahli teori politik biasanya memiliki gaya sendiri-sendiri, kendati memiliki ciri umum yang bersifat normatif dalam orientasi teori-teori politiknya yang telah lama berevolusi. Sebagai contoh teori politik Anglo Amerika kontemporer, biasanya memiliki citra rasa deduktif dan analisis. Mereka menyampaikan secara akurat dengan pendekatan logika matematika dari tema-tema dalam karya klasik. Alasan mereka sederhana, karena tugas mereka adalah untuk menjelaskan konseptual tentang makna-makna konsep kunci yang kemungkinan kontradiktif, seperti demokrasi, kebebasan, hukum legitimasi, persamaan , HAM dan sebagainya.

3. Lembaga-lembaga Politik.
Bentuk lembaga politik merupakan kajian terhadap lembaga-lembaga politik, khususnya peranan konstitusi, eksekutif, birokrasi, yudikatif, partai politik dan sistem pemilihan, yang mula-mula mendorong pembentukan formal jurusan ilmu politik dibanyak universitas pada akhir abad ke 19.

4. Sejarah Politik.
Banyak para ahli politik ( ilmuwan politik ) yang menjelaskan tentang suatu sejarah ilmu politik walaupun sering bias terhadap sejarah kontemporer. Pada umumnya, mereka percaya bahwa tugas ilmuwan politik menawarkan penjelasan retrodiktif, bukannya prediksi-prediksi yang krisis dan sangat deskriptif.

5. Politik Perbandingan.
Mereka asumsi dari para ilmuwan politik bahwa fokus perbandingan memberikan satu-satunya cara untuk menjadi ilmu sosial murni. Sebab bagi ilmuwan politik dalam pandangannya bahwa ilmu politik berkaitan dengan upaya membangun hukum-hukum universal atau generalisasi yang dapat memberikan penjelasan fenomena politik yang tepat dan teruji.

6. Ekonomi Politik.
Subbidang ekonomi politik ini bertolak dari suatu pemikiran bahwa teori perilaku politik sebagimana teori perilaku ekonomi, harus bermula dari premis sederhana tentang manusia yang suka membangun prediksi dari perilaku mereka. Bagi para eksponen pilihan rasional. pengujian suatu teori yang baik terletak pada daya prediksinya, bukan pada kebenaran asumsinya. Disinilah letak hubungan ilmu politik dan ekonomi, dimana manusia tidak pernah puas menggapai kepentingan diri yang rakus tersebut.


Materi Ilmu Politik dan Fungsinya


Materi Ilmu Politik dan Fungsi ilmu politik

Dalam hal ini, Pengertian ilmu politik memiliki sifat politik yang ambigu, paradoks dan mendua. Dalam ilmu politik terkandung rasa campuran antara ingin tahu, menarik, jijik, bernafsu, serakah dan sifat-sifat positif bergalau dengan negatif. Sebagai sebuah displin ilmu, ruang lingkup ilmu politik lebih luas dan umum dari pada ideologi apapun. 

Akan tetapi, secara khusus untuk memahami nilai-nilai demokrasi, hal itu begitu tampak, terutama di Amerika Serikat dan negara barat lainnya yang mengunggulkan cita-cita demokrasi dalam praktik-praktik kelembagaan dan pemerintahan. Setidaknya secara umum terdapat 3(tiga) makna mempelajari tujuan ilmu politik.

1. Perspektif Intelektual.
Sebagimana kita memaklumi bahwa sebenarnya tujuan politik adalah tindakan politik. Untuk mencapainya, diperlukan pembelajaran untuk memperbesar kepekaan pembelajaran untuk memperbesar kepekaan pembelajaran sehingga ia dapat bertindak. Agar dapar bertindak dengan baik secara politik, orang perlu mempelajari asas dan seni politik dan nilai-nilai diwujudkan dalam lembaga-lembaga politik / pemerintahan, serta taktik ataupun strategi apa yang digunakan untuk bertindak.

2. Perspektif Politik.
Maksut perpektif politik adalah bahwa pandangan intektual mengenai politik tidak banyak berbeda dengan pandangan politisi. Bedanya jika politisi lebih bersifat segera, sedangkan intelektual dapat menjadi politisi jika ia mampu memasukan masalah politik dalam pelayanan suatu kepentingan ataupun tujuan. Dunia politik adalah dunia hari ini dan hari esok yang dekat sedangkan kaum inteltual menaruh perhatian dalam tiga dimensi yaitu hari kemarin, hari ini dan hari esok. 

Keputusan-keputusan politik dari para politisi diuji di dalam kenyataan tanggapan publik yang keras. Suara lebih dahulu sedangkan asas belakangan. Jika tujuan pertama politis adalah memperoleh kekuasaan maka kaida kedua adalah memertahankan kekuasaan.

3. Perspektif Ilmu Politik.
Dalam hal perspektif ilmu politik dipandang sebagai ilmu, Ia menilai politik dari sisi intelktual dengan pertimbangan kritis serta memiliki kriteria yang sistematis. Pendirian ini memandang terhadap kebutuhan kedepan, untuk meramalkan akibat tindakan politik maupun kebijaksanaan para politis. Jika para politis memandang politik sebagai pusat kekuasaan politik, kaum intelektual memandang politik sebagai perluasan pusat moral dari diri. Dengan demikian politik sebagai ilmu menaruh perhatian pada dalil-dalil, keabsahan, percobaan, hukum, keragaman dan pembentukan asas-asas yang universal.
Demikianlah pengertian dan ruang lingkup ilmu politik yang perlu anda ketahui, karena pada dasarnya materi ilmu politik sangat berguna bagi kehidupan kita sehari-hari dan bisa menjadi ilmu sejarah sebagai pembelajaran anak-anak kita.