√ Sistem Koloid - Pengertian, Sifat, Jenis dan Contoh Koloid -->

Advertisement

Sistem Koloid - Pengertian, Sifat, Jenis dan Contoh Koloid

Kamis, 29 November 2018

Ad1

Ad2


Sistem Koloid - Pengertian, Sifat, Jenis dan Contoh Koloid dalam kehidupan sehari-hari

PEMUDABERSATU.COM - Di dalam kehidupan sehari-hari kita, banyak di jumpai zat yang sukar digolongkan sebagai zat padat, gas atau zat cair. Zat-zat ini dalam ilmu kimia dinamakan sistem koloid. Kimia koloid mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan dan penghidapan manusia. Proses dialam sekitar kebanyak berhubungan dengan sistem koloid. Protoplasma dalam sel makluk hidup merupakan suatu koloid, sehingga kimia koloid diperlukan untuk menerangkan reaksi-reaksi dalam sel. Agar anda lebih jelas tentang pembahasan sistem koloid maka pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pengertian koloid, sifat koloid, jenis koloid dan contoh sistem koloid

Pengertian Koloid Menurut Para Ahli


Pengertian Koloid Menurut Para Ahli

Thomas Graham, dalam penyelidikannya mengdifusikan larutan melalui membran telah membedakan koloid dan kritaloid. Dari pengamatan Thomas Graham ternyata partikel zat didalam larutan ada yang berdifusi lambat dan cepat. Zat-zat yang mudah berdifusi pada umumnya membentuk sebuah kristal dalam keadaan padat, sehingga ia menyebutnya kristaloid. Menurut Graham kecepatan difusi suatu zat dipengaruhi oleh masa partikelnya. Makin besar massa partikel, makin kecil kecepatan disfusinya. sistem Koloid dapat digolongkan berdasarkan bentuk partikel, cara pembentukan koloid, interaksi antara kedua fasa dan perubahannya menjadi koloid. 

  • Berdasarkan bentuk partikel.
  • Berdasarkan cara pembentukannya.
  • Interaksi dengan medium
  • Perubahan bentuk.

Artikel Terkait : MAKROMOLEKUL - Pengertian, Jenis, Sifat Makromolekul


Sifat Sifat Koloid



Sifat Sifat Koloid

Sistem koloid mempunyai beberapa sifat koloid yang berbeda dengan larutan. Sifat koloid timbul akibat ukuran partikelnya lebih besar dari pada larutan. Berikut ini merupakan sifat koloid yang perlu anda ketahui.

a. Sifat Fisik Koloid
Sifat-sifat fisik koloid berbeda-beda tergantung jenis koloid nya. Pada koloid hidrofob sifat-sifat seperti rapatan, tergantung, tegangan muka dan biskositas hampir sama dengan medium pendispersinya. Sedangkan koloid hidrofil terjadi karena hidrasi, sifat-sifat fisik koloid sangat berbeda dengan mediumnya.

b. Sifat Koligatif Koloid
Suatu koloid dalam medium cair juga memiliki sifat koligatif. Sifat koligatif koloid ini hanya bergantung pada jumlah partikel koloid bukan dari  jenisnya. Sifat-sifat koligatif koloid, pada umumnya lebih rendah dari pada larutan sejati dan dengan jumlah partikel yang sama. Sifat koligatif  koloid berguna untuk menghitung jumlah partikel koloid atau konsentrasi. Kecuali pengukuran tekanan osmosis, dipakai untuk menetapkan berat molekul rata-rata koloid suatu makromolekul.

c. Sifat Optis Koloid
Sifat optis koloid suatu ukuran partikel koloid lebih besar daripada larutan sejati, sehingga apabila ada seberkas cahaya yang melewatinya akan dipantulkan. Arah pantulan ini tidak teratur, karena partikel-partikel koloid tersebar secara acak, sehingga pantulan cahaya itu berhamburan atau diserakkan ke segala arah. Peristiwa penghamburan cahaya yang dilakukan oleh partikel-partikel koloid disebut efek tyndall. Hal ini tidak terjadi pada larutan, karena partikelnya sangat kecil sehingga seberkas cahaya yang melewatinya sebagaian besar sinar akan diteruskan.

d. Sifat Kinetik Koloid
Selain menunjukan efek tyndall, partikel koloid bila diamati dibawah mikroskop ultra tampak sebagai binti-binti bercahaya yang selalu bergerak secara acak dengan jalan berliku-liku. Gerakan acak tidak berarturan partikel koloid dalam suatu medium pendispersi ini disebut gerakan brown.

Difusi adalah pergerakan molekul zat terlarut dari daerah berkonsentrasi tinggi kedaerah berkonsentrasi rendah, sampai akhirnya diperoleh distribusi molekul yang homogen. Difusi kaitannya dengan gerakan brown, sehingga dapat dianggap molekul-molekul atau partikel-partikel koloid mendifusi karena gerakan brown.

e. Sifat Listrik Koloid
Permukaan partikel koloid memiliki muatan listrik yang disebabkan oleh terjadinya ionisasi atau penyerapan ion-ion dalam larutan. Sebagai contoh untuk sol hidrofilik seperti larutan protein, muatan diperoleh terutama karena ionisasi gugus karboksil COO¯ dan gugus amino BH3+. Terjadinya ionisasi gugus-gugus tersebut bergantung pada pH larutan.

f. Sifat Koagulasi Koloid
Sifat koagulasi kolaid ialah Suatu koloid bila dibiarkan dalam waktu tertentu akan terpengaruh oleh gaya gravitasi bumi. Sehingga antara partikel dapat saling bergabung dan membentuk sebuah gumpalan yang akan mengendap didasar wadah. Peristiwa penggumpalan atau pengendapan partikel-partikel koloid ini disebut sebagai koagulasi.

g. Sifat Adsorpsi Koloid
Partikel koloid memiliki permukaan luas, sehingga memiliki daya adsorpsi yang besar. Sifat Adsorpsi  koloid merupakan sebuah peristiwa penyerapan suatu ion, zat, atau molekul yang melekat pada permukaan. Sedangkan bila penyerapan sampai kebawah permukaan disebut sifat absorpsi koloid.

Artikel Terkait Sifat Sifat Larutan Beserta Rumusnya

Jenis jenis Sistem Koloid


Jenis jenis Sistem Koloid

Dalam materi koloid memiliki 3 jenis koloid antara lain Koloid sol, Emulsi dan Kolid Gel.

a. Koloid Sol.
Koloid Sol merupakan sebuah dispersi koloid dimana partikel padat terdispersi dalam cairan. koloid Sol dibagi menjadi dia yaitu koloid sol liofil dan koloid sol liofob. Pada koloid sol liofil partikel-partikel padat akan menyerap  molekul cairan karena koloid sol liofil menyukai pelarut. Jika pelarutnya air disebut koloid sol hidrofil, contoh sabun, lem dan gelantin. Koloid Sol liofil tentunya lebih stabil dan tidak mengalami sebuah koagulasi jika ditambahkan sedikit elektrolit. Partikel-partikelnya dapat dipisahkan dari mediumnya dengan mengendapan atau penguapan dan dapat dibuat menjadi sol kembali dengan penambahan medium, sehingga Sifat koloid sol liofil ialah reversibel. Sedangkan koloid sol liofof partikel-partikel padat tidak menyerap molekul cairan (tifak suka pelarut.

b. Emulsi Koloid
Materi Emulsi koloid merupakan sebuah dispersi koloid dimana zat terdispersi dan medium pendispersi merupakan sebuah cairan yang tidak dapat bercampur (tidak saling bercampur). Agar terjadi suatu campuran koloid, maka harus ditambahkan suatu bahan yang disebut zat pengemulsi atau emulgatar.

c. Koloid Gel.
Koloid Gel adalah sol lifil berbentuk setengah padat. Gel ini dibagi menjadi dua yaitu gel elastis dan non elastis. Gel elastis setelah dihilangkan airnya (didehidrasi) dapat dibentuk kembali menjadi gel dengan penambahan air. Sedangkan Gel non elastis apabila setelah didehidrasi tidak dapat diubah menjadi gel kembali dengan penambahan air.

Artikel Terkait : Pengertian Viskositas Beserta Rumusnya

Contoh Sistem Koloid



Contoh Koloid

Seperti disinggung dibagian awal, bahwa sistem kolid mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Banyak sisitem kolid dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik yang alami maupun buatan manusia. Masing-masing mempunyai kegunaannya sendiri meskipun sebagian ada yang merugikan. Contoh koloid dalam kehidupan sehari hari antara lain, sabun,  susu, tinta, kanji, minyak rambut  dan bahkan udara berdebu termasuk juga sistem koloid.