√ Sifat Larutan - Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Beserta Rumus Soalnya -->

Advertisement

Sifat Larutan - Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Beserta Rumus Soalnya

Selasa, 27 November 2018

Ad1

Ad2

Sifat Larutan - Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Beserta Rumus Soalnya
PEMUDABERSATU.COM - Sifat larutan mempunyai hubungan erat dengan konsentrasi dari tiap komponen penyusunnya. Sifat-sifat larutan seperti warna rasa, dan kekentalan bergantung pada jenis dan konsentrasi zat terlarut serta pH.

SIFAT LARUTAN


Terdapat sifat fisika penting dari larutan yang hanya bergantung pada konsentrasi zat terlarut yang disebut sifat koligatif. Sifat Koligatif pun dibagi menjadi dua bagian yaitu sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan non elektrolit.

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit


Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Sifat koligatif larutan elektrolit merupakan sifat larutan yang hanya bergantung pada banyaknya sebuah partikel zat terlarut, dan bukan pada jenisnya. Larutan-larutan yang mengandung jumlah partikel terlarut yang sama, maka akan memperlihatkan sifat koligatif yang sama, meskipun jenis zat terlarutnya berbeda-beda. Pengaruh jenis zat terlarut kecil sekali perannya, selama zat itu tergolong non elektrolit tak atsiri (tak mudah menguap), suatu zat yang tak membentuk ion dan tak mempunyai tekanan uang berarti. Contoh sifat koligatif larutan zat seperti ini adalah urea, gula, etilenglikol dan gliserin.  Berikut ini merupakan yang termasuk larutan elektrolit.

1. Penurunan Tekanan Uap
Penurunan tekanan uap  adalah suatu ukuran kecenderungan molekul-molekul suatu cairan untuk lolos menguap. Makin mudah molekul-molekul cairan menjadi uap, maka semakin besar tekanan uapnya. Besar  atau penurunan tekanan uap suatu larutan dipengaruhi oleh tekanan uap yang bergantung pada jenis zat dan suhu. Suatu zat yang memiliki gaya tarik antara partikelnya relatif besar, berarti sukar menguap dan akan mempunyai tekanan uap kecil. Contohnya garam, gula urea dan gliserol.

Jika tekanan uap jenuh pelarut murni pada suhu tertentu dinyatakan dengan P° dan tekanan uap jenuh larutan dengan P, Berikut rumus penurunan tekan uap jenuh air adalah  ∆P = P°  - P.

Tekanan uap larutan ideal menurut hukum Raoult P = X1 P°.
Karena X1 = (1 - X2), maka :
P = (1 - X2) P°.
= P° - X2 P°.
P°  - P = X2 P°, atau

∆P = X2 P
X2 = ∆P/P°
dengan X1 dan X2 masing-masing adalah fraksi mol pelarut dan zat terlarut.

Artikel Terkait : Sistem Koloid - Pengertian, Sifat, Jenis dan Contoh Koloid

2. Kenaikan Titik Didih Larutan
Kenaikan Titik didih larutan adalah suhu pada saat tekanan uap jenuh cairan itu sama dengan sebuah tekanan udara luar. Biasanya yang dimaksud dengan titik didih adalah titik didih normal, yaitu titik didih pada tekanan udara luar 1 atmosfer. Titik didih normal air adalah 100℃. Besarnya kenaikan titik didih dirumuskan oleh Raoult sebagai berikut:

"∆Tb = Kb m, atau ∆Tb = Kb x w/M x 1000/P".
dengan.
w = massa zat terlarut (g).
M = berat molekul zat terlarut (g/mol).
P = massa zat pelarut (g).
Kb = tetapan kenaikan titik didih molal (℃/mol).

Artikel Terkait : LARUTAN - PENGERTIAN, RUMUS DAN SOAL LARUTAN TERLENGKAP

3. Penurunan Titik Beku Larutan
Akibat lain dari turunan tekanan uap larutan adalah turunannya titik beku. Penyebab penurunan titik beku ialah suhu pada saat larutan mulai membeku pada tekanan luat 1 atm. Titik beku normal air adalah 0℃. Besarnya titik beku larutan ini lebih rendah dari 0℃ atau lebih rendah dari titik beku pelarutannya. Simbol rumus Penurunan titik beku adalah (∆Tf).

Jika titik beku pelarut Tf dan titik beku larutan Tf, maka penurunan titik bekul larutan (∆Tf). Rumus penurunan titik beku larutan ialah : ∆Tf = Tf - Tf. Besarnya ∆Tf, larutan juga bergantung pada jumlah partikel terlarut, Menurut Raoult untuk larutan yang sangat encer berlaku hubungan : ∆ Tf = Kf  m.

dengan :
w = massa zat terlarut (g).
M = berat molekul zat terlarut (g/mol).
P = massa zat pelarutan (g).
Kf = tetapan penurunan titik beku molal (℃/mol).

Artikel Terkait : Pengertian, Sifat Dan Tekanan Gas Ideal

4. Tekanan Osmotik
Tekanan Osmosi adalah proses berpindahnya molekul-molekul pelarut dari larutan berkonsentrasi lebih rendah (hipotonik) ke larutam yang berkonsentrasi lebih tinggi (hipertonik) melalui selaput (membran/penyekat) semipermiabel. Selaput semipermiabel yaitu selaput berpori yang hanya dapat dilewati partikel pelarut tetapi tidak dapat dilewati partikel zat tertentu.

Sifat Koligatif Larutan Non Elektrolit


Sifat Koligatif Larutan Non Elektrolit

Sifat koligatif yang sudah dibicarakan berlaku untuk larutan non elektrolit, dimana zat terlarutnya dalam bentuk molekul atau tidak mengalami ionisasi apabila dilarutkan dalam air. Sebaliknya pada larutan elektrolit, zat terlarutnya dapat mengalami reaksi ionisasi sehingga ada konsentrasi yang sama jumlah partikelnya lebih besar.

Secara kuantitatif pengaruh ionisasi larutan elektrolit dinyatakan dengan faktor Van"t Hoff yang dinotasikan i. Angka ini dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara harga sifat koligatif yang terukur dari suatu larutan elektrolit dengan harga sifat koligatif larutan non elektrolit pada konsentrasi yang sama. Rumus koligatif larutan elektrolit sebagai berikut :



atau secara matematis ditulis:



Secara teoretis harga i, sifat larutan koligatif dapat dirumuskan sesuai persamaan.

i = { 1 + (n - 1) a } atau a = i - 1 / n - 1

dengan
n = jumlah ion (jumlah kation dan anion elektrolit)
a = derajat ionisasi yang besarnya bergantung jenis senyawa (0≤a≤ 1).

Itulah ulasan mengenai sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan no elektrolit beserta rumus rumus nya.