√ PENGERTIAN LARUTAN, RUMUS DAN CONTOH SOAL LARUTAN TERLENGKAP -->

Advertisement

PENGERTIAN LARUTAN, RUMUS DAN CONTOH SOAL LARUTAN TERLENGKAP

Selasa, 27 November 2018

Ad1

Ad2

PENGERTIAN LARUTAN, RUMUS DAN CONTOH SOAL LARUTAN TERLENGKAP

PEMUDABERSATU.COM - Reaksi-reaksi larutan kimia biasanya berlangsung antara dua campuran zat, bukannya antara dua zat murni. Salah satu bentuk yang umum dari campuran adalah larutan. Larutan memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Dialam kebanyalan reaksi berlangsumg dalam larutan air. Tubuh akan menyerap Vitamin, makanan dalam bentuk larutan dan mineral. Pada tumbuhan nutrisi diangkut dalam larutan air atau bagian jaringan. Obat-obatam biasanya merupakan larutan air atau alkohol dari senyawa fisiologis aktif. Banyak reaksi kimia yang dikenal, baik didalam laboratorium atau di industri terjadi dalam larutan.

PENGERTIAN LARUTAN


Untuk meramalkan sifat larutan tidak dapat langsung dari sifat komponen larutan karena dalam campuran terdapat banyak interaksi antara komponen penyusunnya. Oleh sebab itu perlu dibuat suatu model larutan sebagai standar untuk mengungkapkan hubungan antar komposisi dengan sifat larutan. Model larutan yang banyak dipakai adalah larutan ideal.


Komponen Larutan



Komponen Larutan

Definisi larutan sebagai campuran homogen dari dua zat atau lebih yang terdispers sebagai molekul ataupun ion yang komposisinya dapat bervariasi. Disebut homogen karena komposisi dari larutan begitu seragam (satu fasa) sehingga tidak dapat diamati bagian-bagian komponen peyusunnya meskipun dengan mikroskop ultra. Dalam campuran hetrogen permukaan-permukaan tertentu dapat diamati anatar fase-fase yang terpisah.
Karena fase larutan / larutan kimia dapat berbentuk padat, cair dan gas, berarti ada sembilan kemungkinan jenis larutan (Liat table dibawah ini). Diantara jenis-jenis larutan ini yang paling penting adalah larutan gas dalam cair, cair dalam cair dan padat dalam cair.

Zat Terlarut
Pelarut
Contoh
 Gas  Gas  O2, N2 dalam udara.
 Cair Gas  Uap air dalam udara.
 Padat  Gas  I2 dalam udara.
 Gas  Cair  O2, CO2 dalam air/darah.
 Cair  Cair  Alkohol dalam air.
 Padat  Cair  Garam dalam air.
 Gas  Padat  N2dalam paladium (Pd).
 Cair  Padat  Hg dalam Au.
 Padat  Padat  Ag dalam Pb/Au.

Mekanisme Tahapan Terbentuknya Larutan


Mekanisme Tahapan Terbentuknya Larutan

Mekanisme tahapan terbentuknya larutan air antara air dan heksana (C6H14), keduanya tidak saling melarutkan, karena antara molekul air terjadi gaya tarik-menarik melalui ikatan ikatan hidrogen sedangkan antar molekul heksana yang bersifat non polar terjadi interaksi dengan gaya london yang lemah. Dapat dikatakan kedua zat memiliki gaya tarik yang berbeda, sehingga bila keduanya dicampur maka tidak dapat saling melarutkan. Apabila kedua zat bersifat non polar seperti heksana dan karbon tetra klorida (CCL4) dicampur, maka gaya tarik antar molekul yang sejenis sama kuatnya dengan gaya tarik antar molekul yang berbeda yaitu berdasarkan gay londo. Akibatnya molekul heksana mudah bergerak bebas dianatar molekul CC14.

Dalam ilmu kimia dikenal suatu ungkapan "like dissolves like" yaitu jika molekul solut dan pelarut mirip, maka akan mudah bagi keduanya untuk saling menggantikan sehingga mudah untuk bercampur. Terdapat empat kemungkinan terjadinya interaksi antar solut dan solven dalam pembentukan larutan yaitu

  • Solut bereaksi secara kimia dengan solven.
  • Solut membentuk senyawa tersolvasi dengan solven.
  • Solut berinteraksi secara lemah dengan solven atau terbentuknya larutan berdasarkan dispersi.
  • Solut tidak larut dalam solven.

Artikel Terkait : Pengertian, Sifat Dan Tekanan Gas Ideal

Hubungan Kelarutan Dan Konsep Kelarutan


Hubungan Kelarutan Dan Konsep Kelarutan

Konsep Kelarutan adalah sebuah jumlah zat terlarut yang dapat larut didalam sejumlah pelarut pada suhu tertentu sampai membentuk larutan jenuh. Kelarutan dibagi menjadi dua bagian yaitu Larutan jenuh dan larutan tidak jenuh.

  1. Larutan jenuh adalah larutan yang telah mengandung zat larutan dalam jumlah maksimal, sehingga tidak dapat ditambahkan lagi zat terlarut.
  2. Larutan tidak jenuh adalah suatu larutan yang mengandung jumlah solut lebih sedikit (encer) dari pada larutan jenuhnya. Sedangkan larutan lewat jenuh mengandung solut lebih banyak (pekat) daripada yang ada dalam larutan jenuhnya pada suhu yang sama. Larutan lewat jenuh tidak berada dalam kesetimbangan melainkan dalam sistem metastabil.

Artikel Terkait : Hukum Hukum Gas Terlengkap dan Contoh Soalnya

Konsentrasi Larutan


Konsentrasi Larutan

Sifat-sifat fisik pada larutan ditentukan oleh sebuah konsentrasi larutan dari berbagai komponennya. Konsentrasi larutan menyatakan bahwa banyaknya sebuah zat terlarut yang terdapat dalam suatu  larutan atau pelarut. Larutan yang mengandung sebagian besar dari solut relatif terhadap pelarut, berarti sebuah larutan tersebut konsentrasinya pekat (tinggi). Sebaliknya apabila mengandung sejumlah kecil solut, maka konsentrasinya akan encer /rendah. Terdapat beberapa cara yang dipakai didalam menyatakan sebuah konsentrasi larutan, antara lain.

1. Persen Berat Larutan
Persen berat adalah jumlah garam zat terlarut dalam 100g larutan. Cara menghitung persen berat larutan pada umunya digunakan untuk menyatakan sebuah kadar komponen yang berupa zat padat. Berikut Rumus persen berat larutan :



atau Cara menghitung persen berat larutan menggunakan rumus:



2. Persen Volume Larutan
Persen volume larutan merupakan sebuah jumlah volume (mL) zat terlarut dalam 100mL. Persen volume larutan pada umumnya  digunakan untuk menyatakan sebuah kadar komponen berupa zat cair atau gas.
Berikut Rumus persen volume larutan :




3. Persen Berat per volume larutan 
Persen berat per volume larutan menyatakan banyaknya gram zat terlarut dalam 100 mL larutan. Cara tersebut pada umumnya dipakai untuk menyatakan kadar zat padat dalam suatu cairan atau gas.
Rumus berat per volume larutan sebagai berikut :




4. Bagian per sejuta (bpj atau ppm)
Pengertian ppm dan ppb merupakan satu bagian zat yang terlarut dalam satu juta bagian larutan. Satuan ppm biasanya sering dipakai untuk menyatakan sebuah konsentrasi zat yang sangat kecil dalam larutan gas, cair atau padat.
Cara menghitung ppm ke persen dapat menggunakan Rumus bagian per sejuta seperti dibawah ini



atau menggunakan rumus  :



Hubungan satuan ppm dengan satuan lainnya
a. ppm dengan berat pervolume
1 ppm = 1 mg/L

b. ppm dengan berat per berat
1 ppm = 1 mg/kg

c. ppm dengan persen
1ppm = 10¯⁴% atau 1% = 10⁴ ppm.

Artikel Terkait : Pengertian Tegangan Permukaan Beserta Rumus Lengkap


Larutan Ideal



Larutan Ideal

Larutan ideal adalah larutan yang gaya tarik menarik antara molekul-molekul yang sejenis (solut-solut atau solven-solven) sama dengan gaya tarik antara molekul yang berbeda jenis (solut-solven) masing-masing. Bila larutan zat A dalam B bersifat ideal maka gaya tarik antara molekul A dan b sama dengan gaya tarik antara molekul A dan A atau B dan B. Suatu larutan dapat dikatakan ideal jika mempunyai ciri-ciri larutan ideal sebagai berikut :

  1. Homogen pada seluruh kisaran komposisi dari sistem, mulau dari fraksi mol nol sampai dengan satu (0< x <1).
  2. Pada pembentukan larutan dari komponen-komponennya, tidak ada perubahan entalpi (∆Hcampuran = 0) artinya panas larutan sebelum dan sesudah percampuran adalah sama.
  3. Perubahan volume percampuran sama dengan nol (∆Vcampuran = 0), artinya jumlah volume larutan sebelum dan sesudah percampuran sama.
  4. Memenuhi hukum raoult, dalam bentuknya yang umum yaitu P = X1
dengan
P = Tekanan uap jenuh larutan.
X1 = Fraksi mol pelarutan dalam larutan.
P° = Tekanan uap parsial pelarut murni.

Besarnya tekanan uap parsial masing-masing komponen dalam larutan dirumuskan oleh Francois Marie Raoult yang dikenal dengan Hukum Raoult berbunyi. "Tekanan uap pearsial dari tiap-tiap komponen dalam larutan, sama dengan tekanan uap komponen tersebut dalam keadaan murni kali fraksi molnya".

Jika larutan terdiri dari komponen A dan B, maka Rumusnya.
PA = XA PA°
PB = XB PB°
dengan
PA dan PB = Tekanan uap parsial komponen A dan B
XA dan XB = Fraksi mol komponen A dan B dalam larutan
PA° dan PB° = Tekanan uap murni komponen A dan B

Sesuai hukum dalton, tekanan uap (Ptot) dalam campuran adalah jumlah tekan uap parsialnya, dengan rumus Ptotal = PA + PB = XA PA° + XB PB°.

Contoh Soal Larutan


Contoh Soal Larutan

1. Kadar zat besi (Fe) dalam 250 ml air minum adalah 0,05 mg. Nyatakan kadar tersebut dalam ppm?

Jawab.
Kadar Fe (ppm) = mgFe/ Liter air minum
= 0,05mg/250mL
= 0,05mg/0,25L
= 0,2 mg/L = 0,2 ppm

2. Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 20 g NaOH dalam air sampai volumenya 500mL. Hitung % (b/v) NaOH ?

Jawab.
% NaOH (b/v) = 20/500 x 100%
=4%

Itulah penjelasan mengenai pengertian larutan, komponen larutan dan rumus rumus larutab beserta contoh soal larutan. Semoga bermanfaat.