√ Hukum Hukum Gas Terlengkap dan Contoh Soalnya -->

Advertisement

Hukum Hukum Gas Terlengkap dan Contoh Soalnya

Selasa, 27 November 2018

Ad1

Ad2

Hukum Hukum Gas Terlengkap dan Contoh Soal jawabnnya

PEMUDABERSATU.COM  -  Berdasarkan sifatnya semua gas dibedakan menjadi dua , yaitu gas ideal dan gas nyata. Apa sih yang pengertian hukum gas ideal itu?

HUKUM HUKUM GAS


Gas ideal adalah suatu gas hipotetis yang mengikuti semua hukum-hukum gas. Sedangkan gas nyata adalah gas yang ada dalam kehidupan sehari-hari seperti gas N2, CO2, O2 dan lain lain yang mengikuti hukum gas pada tekanan rendah. Gas Ideal sendiri sebenarnya tidak ada, tetapi sifat-sifat gas ideal bisa didekati oleh gas nyata monoatomik yang bersifat inert seperti He, Ne dan Ar pada tekanan rendah dan suhu tinggi.

Hukum Gas Ideal



Hukum Gas Ideal

Hukum gas ideal merupakan kombinasi dalam satu pernyataan hukum Boyle, Charles , gay Lussac dan Avogadro diperoleh rumus persamaan gas ideal sebagai berikut :


atau



Secara umum ditulis sebagai PV = n R T.
Persamaan ini disebut juga persamaan gas ideal.

Untuk satu jenis gas pada dua keadaan yang dibandingkan (P, V dan T), maka n adalah tetap. Rumus persamaan gas ideal menjadi :



Artikel Terkait : Pengertian, Sifat Dan Tekanan Gas Ideal


Hukum Boyle Gas Ideal




Hukum Boyle Gas Ideal

Seorang ilmuan dari Inggris mula-mula mempelajari pengaruh perubahan volume terhadap tekanan suatu gas pada suhu tetap. Ia mengamati bahwa gas cenderung kembali kevolume asalnya setelah dimampatkan atau dimuaikan. Selanjutnya ia menemukan suatu hubungan yang disebut hukum boyle. Bunyi hukum boyle sebagai berikut "Pada suhu tetap, volume dari sejumlah tertentu gas berbanding terbalik dengan tekanannya"

Secara matematis turunan rumus hukum boyle dinyatakan.
V ∝ 1/P → (pada suhu tetap) atau
V ∝ k/P → ( k - konstan/tetapan), atau
PV = konstan
Dengan cara lain dapat dinyatakan :
P1 V1 = P2 V2, atau
V1/V2 = P2/P1.

P1 dan V1 menyatakan tekanan dan volume awal.
P2 dan V2 menyatakan tekanan dan volume akhir.

Artikel Terkait : PENGERTIAN LARUTAN, RUMUS DAN CONTOH SOAL LARUTAN TERLENGKAP

Hukum Charles Dan Gay Lussac



Hukum Charles Dan Gay Lussac

Hukum Charles adalah hukum kedua gas karena telah dinyatakan oleh Alexander Charles (1787), seorang ahli kimia dari perancis yang tertarik pada udara panas, Ia mempelajari pengaruh suhu yang diubah-ubah terhadap volume pada tekanan tetap. Dari data-data percobaan yang diperoleh ia mendapatkan hubungan yang dikenal dengan hukum Charles. Bunyi hukum charles dan gay lussac adalah  
"Pada tekanan tetap, volume suatu gas berbanding lurus dengan suhu mutlaknya".

Secara Matematis :
V ∝ T → (pada tekanan tetap). atau
V/T = k → (k = konstan)
Pernyataan yang setara :



Hasil penemuan Charles ini kemudian dijadikan dasar untuk mendefinisikan suatu skala suhu yang baru yang dikenal sebagai skal suhu nol absolut atau skal kelvin (K). Hubungan skala celcius dengan skala kelvin dinyatakan sebagai.
K = ℃ + 273,15
K = suhu absolut/kelvin
℃ + suhu celsius

Untuk perhitungan biasanya hanya diperhatikan tiga angka, sehingga dapat digunakan hubungan K= ℃ + 273. Dalam perhitungan yang melibatkan hukum-hukum gas suhu harus dinyatakan dalam satuan Kelvin.

Artikel Terkait : Sifat Larutan - Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Beserta Rumus Soalnya

Hukum Avogadro


Hukum Avogadro

Menurut Avogadro volume gas tidak tergantung pada jenis gas, melainkan pada jumlah mol, suhu dan tekanannya. Pada tekanan dan suhu konstan, hukum Avogadro secara matematis ditulis
Voc n (pada P, T tetap) atau V/n = konstan (n = jumlah mol gas).

Sebelumnya telah diperoleh bahwa 1 mol setiap gas jumlah molekulnya sama yaitu 6,02 x 10²³ molekul. Bilangan ini disebut dengan bilangan Avogadro (N). Jika diukur pada keafaan STP, 1 mol tiap gas mempunyai volume yang sama sebesar 22,414 liter. Volume ini disebut volume Avogadro atau volume molar. "1 mol gas (STP) = 22,4L".

Jika Vm menyatakan volume molor gas, maka volume n mol gas pada P dan T yang sama adalah V = n x Vm.

Artikel Terkait : Pengertian Tegangan Permukaan Beserta Rumus Lengkap

Hukum Dalton


Hukum Dalton

Hubungan tekanan parsial komponen gas dalam campuran dan tekanan totalnya dirumuskan oleh John Dalton (1803), yang dikenal dengan hukum dalton. Bunyi Hukum dalton sebagai berikut. Tekanan total suatu campuran gas adalah jumlah tekanan parsial semua komponennya:

Secara matematis ditulis
Pt= PA + PB + PC + ...
Pt = tekanan total gas dalam campuran.
PA,PB,PC,.. = tekanan parsial masing-masing gas A,B,C,..

Bila mol tiap gas yang terdapat dalam campuran diketahui, maka tekanan total gas dihitung sesuai persamaan gas ideal.


dimana nt adalah jumlah mol total gas dalam campuran.
Tekanan parsial masing-masing gas dihubungkan dengan tekanan totalnya berlaku hubungan:

Pt = Xi Pt
Xi adalah fraksi mol dari gas ke-i
Xi = ni/nt = Jumlah mol gas ke -i / mol total gas dalam campuran
Jumlah mol total dalam campuran di rumuskan
XA+ XB + XC + .... = 1

Tekanan parsial gas dapat juga dihitung dari hubungan Pt = ni RT/V
dimana Pi dan ni adalah tekanan parsial dan jumlah mol ke -i.

Contoh Soal Hukum Gas Ideal


Contoh Soal Hukum Gas Ideal

1. Pada suhu dan tekanan tertentu 11 gram gas CO2 volumenya 2,5 L. pada suhu tekanan yang sama tentukan Volume 1 mol CO2 (C = 12 ; 0 = 16)

Jawab:
11 gram CO2 = 11/44 = 1/4 mol
1/4 mol CO2 = 2,5 L
1 mol CO2 = 2,4 x 4 liter = 10 L

2. Suatu sampel udara bervolume 1,2 L pada 18℃ dan 765 mmHg mempunyai berat 2,71 g. Hitunglah berat molekul efektif udara, apabila udara bersifat seperti gas ideal.

Jawab.



Itulah pengertian hukum-hukum gas yang perlu anda ketahui, beserta bunyi hukum dalton, bunyi hukum buyle, bunyi hukum charles dan gay lussac dan contoh soal gas ideal.