√ Kisahku Menjadi Pengamal Sholawat Wahidiyah Yang Dibilang Sesat -->

Advertisement

Kisahku Menjadi Pengamal Sholawat Wahidiyah Yang Dibilang Sesat

Selasa, 27 Agustus 2019

Ad1

Ad2

fafirru ilallah

Assalamualikum Wr'Wb -Pada kesempatan kali ini izinkan saya untuk menceritakan tentang kisahku yang menjadi seorang Pengamal Sholawat Wahidiyah yang di bilang sesat oleh kebanyakan orang.

Tak tahu kenapa hati ini tiba-tiba ingin menulis mengenai Penyiar Sholawat Wahidiyah, yang bagi saya sangat luar biasa yang mampu membuat hati menjadi tenang dan rindu akan kehadiran Baginda Nabi Muhammad SAW.

Kisah ini bermula sekitar 1 tahun yang lalu disaat saya berada disalah satu tempat didaerah Ngaliyan Semarang, disanalah awal mula saya mengenal Sholawat Wahidiyah meskipun masih belum mengerti sepenuhnya tentang Sholawat Wahidiyah itu?

Pada waktu itu Sahabat saya hanya memberikan sebuah lembaran Sholawat Wahidiyah dan kemudian menyuruh saya untuk membacanya setiap hari tanpa diberi alasan yang jelas, hanya berucap "Silahkan Baca Ini Setiap Hari Agar Hati Kamu Menjadi Tenang"


Dalam hati berucap, ini apa? apakah ini aliran sesat? kalimat itulah yang pada saat itu menghantui pikiran dan hatiku.

Demi pertemanan maka saya iyakan saja, meskipun saya tidak tahu maksut dan tujuan membaca lembaran Sholawat Wahidiyah itu.

Lembaran itu saya bawa pulang ke rumah dan hanya saya baca sekali itupun tidak menyeluruh hanya sepotong-potong, sebab pada waktu itu saya tidak tahu apa sih tujuan membaca lembaran Sholawat Wahidiyah itu dan seakan tidak ada gunanya sama sekali.

Pada suatu ketika saya diajak sahabat saya pergi ke daerah Jawa Timur tepatnya di Pondok At Tahdzib Jombang, setelah sampai di pondok dan kaki ini keluar dari mobil, saya mendengar suara Anak kecil yang melantunkan Ayat Suci yang sama persis dengan isi lembaran Sholawat Wahidiyah yang pernah diberikan oleh sahabat saya itu.

Disaat itulah hati ini merasa tenang dan sedih. Kaki ini seakan tak mau melangkah dan hanya ingin mendengarkan lantunan Ayat tersebut hingga selesai.

Hati ini bingung dan penuh penyesalan karena teringat Dosa-dosa yang selama ini saya perbuat disaat mendengarkan lantunan Ayat yang dibawakan oleh Anak tersebut.

Langkah demi langkah aku lalui, hanya ingin menuju dimana anak itu berada, karena ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada anak tersebut yang telah mengingatkan saya akan dosa yang telah kuperbuat.

Namun sayang, sebelum menemukan anak tersebut, sahabat mengajak saya untuk pergi ke suatu tempat, yang tidak jauh dari tempat awal mula saya mendengar Lantunan Ayat tersebut.

Didalam perjalanan saya memberanikan diri untuk bertanya kepada sahabat, ITU AYAT APA YANG DIBAWAKAN ANAK ITU? Sahabat menjawab itulah Sholawat Wahidiyah.

Sejak itulah saya bertekad ingin mengenal Sholawat Wahidiyah lebih jauh lagi.

Hari demi hari telah berlalu hingga saya pun kembali kerumah untuk berkumpul dengan keluarga seperti semula.

Disaat berkumpul bersama keluarga pikiran saya masih teringat dengan Sholawat Wahidiyah, tanpa disangka-sangka saya mendapat sebuah pesan whatsapp dari teman asal kudus yang mengajak saya untuk bergabung di Grub Sholawat Wahidiyah.

Tanpa rasa ragu saya siap untuk masuk dan bergabung ke grub Penyiaran Sholawat Wahidiyah, dengan tujuan ingin mengenal lebih jauh seputar Sholawat Wahidiyah.

Lambat laun saya mulai mengenal para pengamal Sholawat Wahidiyah, didalam grub itulah saya memberanikan diri untuk memperkenalkan diri dan bertanya tentang kisahku yang suram.

Akhirnya, 2 hari selepas saya bergabung dengan grub, saya dihubungi oleh seorang ibu yang kebetulan adalah sahabat kecil Almarhum Ayah saya, didalam obrolan tersebut ibu itu mengajak saya untuk mengamalkan 40 harian Sholawat Wahidiyah. Tanpa ragu saya berucap SIAP.

Disaat proses mengamalkan sholawat wahidiyah, Ibu itu selalu mengingatkan saya setiap hari dan selalu memberi suport yang sangat luar biasa hingga saya berhasil menyelesaikan 40 harian (Trimaksih Ibu Mariyati, Insyallah Amanah Jenengan Selalu Ku Ingat).


Setelah berhasil menyelesaikan 40 harian, saya selalu diajak oleh sahabat asal kudus yang berinisial R, beliau adalah orang yang selalu mengajak saya untuk melakukan kegiatan Sholawat Wahidiyah. seperti melakukan persiapan Mujahadah Usbu'iyah dan lain sebagainya.

Bagi saya, beliau merupakan orang yang paling memiliki semangat yang luar biasa didalam mengamalkan Sholawat Wahidiyah.

Hari demi hari saya mulai mengenal Sholawat Wahidiyah dari sahabat yang selalu mengajak ke acara Mujahadah dan mendengarkan tausiah dari para Ulama.

Suatu ketika saya diajak bergabung di INFOKOM WAHIDIYAH JATENG untuk membantu melakukan penyiaran di media sosial, bagi saya penyiaran di media sosial itu adalah ujung tombak yang dimana orang-orang akan mudah mengenal dan mengamalkan Sholawat Wahidiyah.

Seperti yang saya alami baru-baru ini, diwaktu membagikan NIDA dan lembaran Sholawat Wahidiyah, banyak orang yang mengatakan bahwa sholawat wahidiyah itu sesat, hal tersebut bisa terjadi karena para Pengamal Sholawat Wahidiyah belum banyak yang melakukan penyiaran di Media Sosial dan menjelaskan secara detail mengenai Sholawat ini.

Keberadaan teknologi memang sangat berpengaruh sekali, disaat para pengamal membagikan lembaran Sholawat Wahidiyah kepada orang lain, orang tersebut secara otomatis akan mencari informasi mengenai sholawat wahidiyah di pencarian google melalui ponsel android mereka, dan disana mereka akan menemukan banyak sekali informasi yang mengatakan bahwa Sholawat Wahidiyah adalah sesat.

Hal itulah yang membuat saya semakin semangat untuk melakukan penyiaran di media sosial, untuk menangkal informasi yang mengatakan bahwa Sholawat Wahidiyah Sesat.

Saya yakin orang yang mengatakan Sholawat Wahidiyah sesat itu karena mereka belum mengenal sholawat Wahidiyah dengan jelas, hal itu bagi saya wajar, sebab para pengamal yang sudah tahu mengenai Sholawat Wahidiyah belum maksimal didalam melakukan penyiaran khususnya di media sosial.

Hati ini sedih jika banyak orang yang mengatakan Sholawat Wahidiyah adalah aliran sesat, padahal Sholawat Wahidiyah merupakan jembatan penghubung antara Umat dan Sang Pencipta.

Didalam Sholawat Wahidiyah kita diajarkan untuk mengakui dosa yang selama ini kita lakukan.

LANJUTKAN