√ Matematika Membuat Kaisar China Bisa Tiduri 121 Wanita Setiap 15 hari -->

Advertisement

Matematika Membuat Kaisar China Bisa Tiduri 121 Wanita Setiap 15 hari

Jumat, 15 Februari 2019

Ad1

Ad2

Matematika Membuat Kaisar China Bisa Tiduri 121 Wanita Setiap 15 hari

Matematika telah menjadi poros dasar peradaban kuno. Mulai dari pengukuran waktu hingga ke navigasi laut.

Perjalanan matematika kita dimulai di Mesir, Yunani dan Mesopotamia. Namun setelah peradaban-peradaban ini menurun, maka kemajuan matematika terhenti di belahan dunia barat.

Akan tetapi bagian timur, matematika justru telah mencapai puncak kejayaannya.

Di Cina kuno, matematika menjadi kunci di dalam perhitungan konstruksi Tembok Raksasa yang panjangnya mencapai ribuan kilometer tersebut.

Angka-angka telah menjadi sedemikian penting sehingga dapat memainkan peran krusial dalam menjalankan kehidupan di Istana Kerajaan.

Perencanaan Bercinta


Matematika Membuat Kaisar China Bisa Tiduri 121 Wanita Setiap 15 hari

Kalender dan gerakan planet itu sangat mempengaruhi semua keputusan kaisar, sampai ke perencanaan agendanya baik pada siang hari maupun pada malam hari.

Penasihat kekaisaran memberikan sistem yang memastikan kaisar bisa meniduri sekian banyak perempuan di istananya.

Sistem tersebut telah didasari oleh konsep matematika bernama geometric progression. Mitos telah menyebutkan dalam kurun 15 malam, sang kaisar wajib meniduri 121 perempuan yang mencakup:


  • Permaisuri
  • 3 pendamping senior
  • 9 istri
  • 27 selir
  • 81 budak


Jumlah orang dalam setiap kelompok perempuan itu sebanyak 3 kali lipat jumlah orang dalam kelompok sebelumnya, sehingga para ahli matematika bisa membuat jadwal untuk memastikan bahwa pada periode 15 malam, kaisar wajib meniduri semua perempuan di istananya.

Stamina Raja

Matematika Membuat Kaisar China Bisa Tiduri 121 Wanita Setiap 15 hari

Stamina raja Kaisar Kuning, raja pertama Cina. Legenda telah menyatakan raja pertama Cina memerintahkan salah satu dewanya agar bisa menciptakan matematika pada 2800 SM.

Jadwal diatur sebagai berikut:

Malam pertama hanya untuk ratu. lalu malam selanjutnya untuk tiga pendamping senior. Dan malam berikutnya untuk sembilan istri, kemudian 27 selir dipilih secara bergiliran, sembilan orang setiap malamnya. wow

Akhirnya, dalam kurun sembilan malam, maka akan tiba giliran untuk 81 budak itu yang dibagi ke dalam sembilan kelompok.

Jadwal ini dibuat untuk memastikan sang kaisar untuk meniduri perempuan kasta tertinggi saat mendekati bulan purnama, sehingga ketika kekuatan perempuan atau yin berada pada taraf puncak sehingga dapat menyamai kekuatan pria atau yang.

Menjadi penguasa tentunya harus berstamina. Tujuannya jelas, adalah untuk mendapatkan calon pewaris takhta kerajaan yang terbaik.

Istana kaisar bukanlah satu-satunya yang telah bergantung pada matematika. Peran ilmu ini juga penting dalam menjalankan sebuah negara.

Kekaguman Pada Matematika


Matematika Membuat Kaisar China Bisa Tiduri 121 Wanita Setiap 15 hari

Kekaisaran Cina Kuno ialah kerajaan yang besar dan tumbuh dengan menerapkan aturan hukum yang ketat, dan sistem pajak yang luas, serta standarisasi sistem bobot dan pengukuran, maupun uang.

Mereka menggunakan sistem desimal 1.000 tahun sebelum wilayah Barat telah mengadopsinya. Kekaisaran Cina pun sudah menuntaskan soal-soal persamaan matematika dalam cara baru yang telah dipakai orang-orang Barat pada permulaan abad ke-19.

Menurut legenda, raja pertama Cina, yang bernamana Kaisar Kuning, telah memerintahkan salah satu dewanya untuk menciptakan matematika pada 2800 SM, dan dengan keyakinan bahwa angka punya makna kosmik.

Hingga sekarang, orang Cina masih tetap mempercayai angka memiliki kekuatan mistis.

Angka ganjil dianggap suatu perwujudan pria, sedangkan genap adalah perwujudan perempuan. Angka empat harus selalu dihindari dan angka delapan merupakan angka membawa keberuntungan,

Cina Kuno tersebut tertarik dengan pola angka. Mereka telah mengembangkan versi purba permainan sudoku.

Pada abad ke-6 M, perhitungan matematika Cina Kuno itu dipakai dalam ilmu astronomi untuk mengukur pergerakan planet. dan Kini, perhitungan itu masih digunakan dalam kriptografi internet.

Berikutnya

Sumber : detik.com